Ilham Laila Rizki Lestari
205030700111031
LPM DIANNS
Tugas UAS Mata Kuliah\Perilaku dan Pengembangan Organisasi
Dibina oleh Dr. rer. pol. Romy Hermawan, S.Sos., M.AP.
Perilaku
organisasi merupakan suatu bidang ilmu yang mengkaji dampak perorangan,
kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi untuk memperbaiki
keefektifan suatu organsiasi. Pengembangan organisasi merupakan sebuah metode
yang bertujuan untuk mengubah nilai, sikap, dan keyakinan dari anggota
organisasi sehingga dapat mengidentifikasi dan mengimplementasikan perubahan
teknis seperti reorganisasi, fasilitas yang dirancang ulang dan hal-hal yang
dibutuhkan untuk meningkatkan organisasinya.
Dalam
perilaku dan pengembangan organisasi terdapat tiga pendekatan yang dapat
dipelajari, diantaranya:
1. Pendekatan
kognitif yang menekankan pada aspek pemikiran manusia dan mengasumsikan bahwa
perilaku adalah purposive yaitu diarahkan dan berorientasi pada tujuan, seperti
harapan dan persepsi membantu menjelaskan perilaku.
2. Pendekatan
behavioristik yang menekankan aspek perilaku yang dapat diamati
(stimulus-respon) dan berbagai aspek lingkungan yang mempengaruhi perilaku.
3. Pendekatan
kognitif social yang menekankan bahwa orang, lingkungan, dan perilaku itu
berada dalam interaksi konstan satu sama lain dan secara resiprokal saling
mempengaruhi.
Pendekatan-pendekatan
di atas dapat diterapkan dalam tiap organisasi. Dalam organisasi LPM DIANNS,
ketiga pendekatan tersebut diterapkan dengan bergantung pada situasi yang
dihadapi. Organisasi LPM DIANNS sendiri merupakan suatu lembaga dalam bidang
kejurnalistikan. Merupakan lembaga pers mahasiswa yang bertempat di Fakultas
Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. LPM DIANNS berdiri sejak 26 November
1981. Lembaga pers mahasiswa ini menampung dan mewadahi kreatifitas anggotanya
dalam bentuk produk atau karya kejurnalistikan. LPM DIANNS sama seperti
organisasi pada umumnya, memiliki aspek formal organisasi, seperti visi misi,
struktur, AD/ART, dan program kerja. Struktur LPM DIANNS terdiri atas ketua,
sekretaris, bendahara, dan tiga divisi (penelitian dan pengembangan, redaksi,
dan pemasaran – humas) yang mana dari setiap divisi memiliki sub-divisi di
dalamnya.
Disisi
lain, organisasi juga memiliki aspek informal. Aspek informal merupakan suatu
proses yang tidak nampak di permukaan yakni perilaku individu yang ada dalam
organisasi. Hal tersebut tak lepas dari anggota dengan memiliki latar belakang,
sifat, dan karakter yang berbeda. Dalam meninjau perilaku organisasi dapat
dipusatkan pada sua cakupan, yakni dengan meninjau perilaku individu dalam
organisasi dan meninjau tim atau kelompok dalam organisasi.
DIANNS
sebagai salah satu lembaga pers mahasiswa menghadapi hal tersebut dengan terbuka.
Di LPM DIANNS, setiap kali dilakukan rapat anggota atau rapat pengurus, setiap
keputusan akan didasarkan atas kesepakatan anggota. Bukan berarti tanpa melalui
proses apapun, justru dalam setiap rapat kami menampung seluruh ide dan masukan
anggota. Setiap anggota dapat memberikan pendapat atas ide atau usulan anggota
lain. Sehingga dalam rapat terjadi diskusi dan musyawarah. Tak jarang terjadi penyebarluasan
masalah karena adanya berbagai argumentasi yang masuk dari anggota yang
berpendapat. Disitu, ada pihak yang bertindak sebagai moderator, biasanya
berasal dari tim atau kelompok yang mengajak adanya rapat, bertugas untuk
mengarahkan rapat. Membawa rapat kembali pada topik utama yang dibahas.
Pemberlakuan kegiatan musyawarah dan diskusi dalam setiap agenda rapat dapat
menjadikan pengurus sebagai individu yang kritis.
Divisi
dalam LPM DIANNS terbagi menjadi tiga bagian, seperti yang disebutkan
sebelumnya. Pertama, Litbang atau penelitian dan pengembangan yang bertanggung
jawab atas analisa dan perkembangan internal organisasi seperti anggota dan
isu. Dalam litbang sendiri terbagi menjadi dua subdivisi, yakni PSDM
(Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan riset. PSDM bertanggung jawab atas
perkembangan individu dalam organisasi dan mencari solusi atau jalan tengah
dari suatu masalah yang timbul dalam organisasi. Riset bertanggung jawab atas
adanya suatu isu terkait keredaksian dan riset data perkembangan anggota atau
tim organisasi. Kedua, redaksi yang merupakan divisi terkait publikasi dan
produk-produk jurnalistik. Redaksi terdiri atas empat subdivisi, yakni cetak,
fotografi dan video (fovi), digital, dan kreatif. Subdivisi cetak bertanggung
jawab atas produk yang dihasilkan organisai. Fovi bertanggung jawab atas
dokumentasi organisasi, Digital bertanggung jawab atas publikasi produk
organisai. Kreatif bertanggung jawab atas tampilan dan layout dari setiap
produk yang dihasilkan organisasi. Divisi ketiga adalah pemasaran dan humas
yang bertanggung jawab atas pemasaran produk dan hubungan LPM DIANNS dengan
pihak luar.
Setiap
organisasi selalu melakukan regernerasi dengan merekrut anggota baru, begitu
pula dengan LPM DIANNS. Proses perekrutan anggota baru selalu memakan waktu dan
prosedur yang panjang. Sebelum proses perekrutan dimulai, para anggota divisi
litbang akan berdiskusi terlebih dulu guna menentukan proses yang tepat untuk
dimulainya perekrutan. Dalam proses perembukan penentuan prosedur perekrutan,
tiap anggota akan memberikan pandangan dan idenya. Adanya perbedaan kepribadian
dalam individu membuat ide yang ditampung lebih beragam, namun perlu waktu
untuk sampai pada kesepakatan. Setelah adanya kesepakatan antara anggota di
divisi Litbang LPM DIANNS. Litbang akan mengadakan rapat pengurus yang dihadiri
oleh seluruh pengurus LPM DIANNS. Pembahasan mengenai prosedur perekrutan yang
telah disepakati dan dirancang sebelumnya oleh divisi Litbang didiskusikan lagi
bersama pengurus. Setelah melalui proses panjang diskusi dan disepakati,
kemudian diterapkan guna regenerasi.
Dimulainya
open recruitment akan menarik banyak orang yang memiliki minat pada
bidang kepenulisan dan jurnalistik. Setelah melalui bebapa tahap dan prosedur
sesuai yang ditentukan LPM DIANNS akan ada sejumlah orang terpilih dapat
menjadi calon anggota. Dalam proses ini, biasanya LPM DIANNS akan membuatkan
suatu tim belajar guna mengetahui kepribadian dari masing-masing individu
(calon pengurus). Proses pembuatan tim ini guna memberikan pengenalan awal
kepada calon pengurus mengenai kejurnalistikan. Pada tiap tim akan ada dua atau
lebih pengurus yang telah menjabat untuk memantau, menganalisa, dan belajar
bersama calon pengurus. Pembentukan tim ini selain memberikan pengenalan
mengenai kejurnalistikan juga diperuntukkan mengetahui sifat, kepribadian, dan
kebiasaan calon pengurus, serta mendekatkan calon pengurus mengetahui budaya
organisasi LPM DIANNS. Pemilihan kriteria pengurus atas calon pengurus
ditentukan lebih lanjut melalui rapat pengurus LPM DIANNS.
No comments:
Post a Comment