Tuesday, June 7, 2022

REVIEW ORGANISASI LPM DIANNS BERDASARKAN MATA KULIAH PERILAKU DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI


Ilham Laila Rizki Lestari
205030700111031
LPM DIANNS  
Tugas UAS Mata Kuliah\Perilaku dan Pengembangan Organisasi
Dibina oleh Dr. rer. pol. Romy Hermawan, S.Sos., M.AP.

Perilaku organisasi merupakan suatu bidang ilmu yang mengkaji dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi untuk memperbaiki keefektifan suatu organsiasi. Pengembangan organisasi merupakan sebuah metode yang bertujuan untuk mengubah nilai, sikap, dan keyakinan dari anggota organisasi sehingga dapat mengidentifikasi dan mengimplementasikan perubahan teknis seperti reorganisasi, fasilitas yang dirancang ulang dan hal-hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan organisasinya.

Dalam perilaku dan pengembangan organisasi terdapat tiga pendekatan yang dapat dipelajari, diantaranya:

1.     Pendekatan kognitif yang menekankan pada aspek pemikiran manusia dan mengasumsikan bahwa perilaku adalah purposive yaitu diarahkan dan berorientasi pada tujuan, seperti harapan dan persepsi membantu menjelaskan perilaku.

2.     Pendekatan behavioristik yang menekankan aspek perilaku yang dapat diamati (stimulus-respon) dan berbagai aspek lingkungan yang mempengaruhi perilaku.

3.     Pendekatan kognitif social yang menekankan bahwa orang, lingkungan, dan perilaku itu berada dalam interaksi konstan satu sama lain dan secara resiprokal saling mempengaruhi.

Pendekatan-pendekatan di atas dapat diterapkan dalam tiap organisasi. Dalam organisasi LPM DIANNS, ketiga pendekatan tersebut diterapkan dengan bergantung pada situasi yang dihadapi. Organisasi LPM DIANNS sendiri merupakan suatu lembaga dalam bidang kejurnalistikan. Merupakan lembaga pers mahasiswa yang bertempat di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. LPM DIANNS berdiri sejak 26 November 1981. Lembaga pers mahasiswa ini menampung dan mewadahi kreatifitas anggotanya dalam bentuk produk atau karya kejurnalistikan. LPM DIANNS sama seperti organisasi pada umumnya, memiliki aspek formal organisasi, seperti visi misi, struktur, AD/ART, dan program kerja. Struktur LPM DIANNS terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan tiga divisi (penelitian dan pengembangan, redaksi, dan pemasaran – humas) yang mana dari setiap divisi memiliki sub-divisi di dalamnya.

Disisi lain, organisasi juga memiliki aspek informal. Aspek informal merupakan suatu proses yang tidak nampak di permukaan yakni perilaku individu yang ada dalam organisasi. Hal tersebut tak lepas dari anggota dengan memiliki latar belakang, sifat, dan karakter yang berbeda. Dalam meninjau perilaku organisasi dapat dipusatkan pada sua cakupan, yakni dengan meninjau perilaku individu dalam organisasi dan meninjau tim atau kelompok dalam organisasi.

DIANNS sebagai salah satu lembaga pers mahasiswa menghadapi hal tersebut dengan terbuka. Di LPM DIANNS, setiap kali dilakukan rapat anggota atau rapat pengurus, setiap keputusan akan didasarkan atas kesepakatan anggota. Bukan berarti tanpa melalui proses apapun, justru dalam setiap rapat kami menampung seluruh ide dan masukan anggota. Setiap anggota dapat memberikan pendapat atas ide atau usulan anggota lain. Sehingga dalam rapat terjadi diskusi dan musyawarah. Tak jarang terjadi penyebarluasan masalah karena adanya berbagai argumentasi yang masuk dari anggota yang berpendapat. Disitu, ada pihak yang bertindak sebagai moderator, biasanya berasal dari tim atau kelompok yang mengajak adanya rapat, bertugas untuk mengarahkan rapat. Membawa rapat kembali pada topik utama yang dibahas. Pemberlakuan kegiatan musyawarah dan diskusi dalam setiap agenda rapat dapat menjadikan pengurus sebagai individu yang kritis.

Divisi dalam LPM DIANNS terbagi menjadi tiga bagian, seperti yang disebutkan sebelumnya. Pertama, Litbang atau penelitian dan pengembangan yang bertanggung jawab atas analisa dan perkembangan internal organisasi seperti anggota dan isu. Dalam litbang sendiri terbagi menjadi dua subdivisi, yakni PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan riset. PSDM bertanggung jawab atas perkembangan individu dalam organisasi dan mencari solusi atau jalan tengah dari suatu masalah yang timbul dalam organisasi. Riset bertanggung jawab atas adanya suatu isu terkait keredaksian dan riset data perkembangan anggota atau tim organisasi. Kedua, redaksi yang merupakan divisi terkait publikasi dan produk-produk jurnalistik. Redaksi terdiri atas empat subdivisi, yakni cetak, fotografi dan video (fovi), digital, dan kreatif. Subdivisi cetak bertanggung jawab atas produk yang dihasilkan organisai. Fovi bertanggung jawab atas dokumentasi organisasi, Digital bertanggung jawab atas publikasi produk organisai. Kreatif bertanggung jawab atas tampilan dan layout dari setiap produk yang dihasilkan organisasi. Divisi ketiga adalah pemasaran dan humas yang bertanggung jawab atas pemasaran produk dan hubungan LPM DIANNS dengan pihak luar.

Setiap organisasi selalu melakukan regernerasi dengan merekrut anggota baru, begitu pula dengan LPM DIANNS. Proses perekrutan anggota baru selalu memakan waktu dan prosedur yang panjang. Sebelum proses perekrutan dimulai, para anggota divisi litbang akan berdiskusi terlebih dulu guna menentukan proses yang tepat untuk dimulainya perekrutan. Dalam proses perembukan penentuan prosedur perekrutan, tiap anggota akan memberikan pandangan dan idenya. Adanya perbedaan kepribadian dalam individu membuat ide yang ditampung lebih beragam, namun perlu waktu untuk sampai pada kesepakatan. Setelah adanya kesepakatan antara anggota di divisi Litbang LPM DIANNS. Litbang akan mengadakan rapat pengurus yang dihadiri oleh seluruh pengurus LPM DIANNS. Pembahasan mengenai prosedur perekrutan yang telah disepakati dan dirancang sebelumnya oleh divisi Litbang didiskusikan lagi bersama pengurus. Setelah melalui proses panjang diskusi dan disepakati, kemudian diterapkan guna regenerasi.

Dimulainya open recruitment akan menarik banyak orang yang memiliki minat pada bidang kepenulisan dan jurnalistik. Setelah melalui bebapa tahap dan prosedur sesuai yang ditentukan LPM DIANNS akan ada sejumlah orang terpilih dapat menjadi calon anggota. Dalam proses ini, biasanya LPM DIANNS akan membuatkan suatu tim belajar guna mengetahui kepribadian dari masing-masing individu (calon pengurus). Proses pembuatan tim ini guna memberikan pengenalan awal kepada calon pengurus mengenai kejurnalistikan. Pada tiap tim akan ada dua atau lebih pengurus yang telah menjabat untuk memantau, menganalisa, dan belajar bersama calon pengurus. Pembentukan tim ini selain memberikan pengenalan mengenai kejurnalistikan juga diperuntukkan mengetahui sifat, kepribadian, dan kebiasaan calon pengurus, serta mendekatkan calon pengurus mengetahui budaya organisasi LPM DIANNS. Pemilihan kriteria pengurus atas calon pengurus ditentukan lebih lanjut melalui rapat pengurus LPM DIANNS.


              



No comments:

Post a Comment

REVIEW ORGANISASI LPM DIANNS BERDASARKAN MATA KULIAH PERILAKU DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Ilham Laila Rizki Lestari 205030700111031 LPM DIANNS    Tugas UAS Mata Kuliah\ Perilaku dan Pengembangan Organisasi Dibina oleh Dr. rer. pol...